Sabtu, 15 Desember 2012

Psikologi Perkembangan Sejak Lahir Sampai Usia 17 tahun (Menurut Para Ahli)



A. Periodisasi berdasarkan biologis
1. Menurut Aristoteles
a. Fase Anak Kecil, dari umur 0-7 (masa bermain)
b. Fase Anak Sekolah, dari umur 7-14 (masa belajar atau masa sekolah rendah)
c. Fase Remaja, dari umur 14-21 (masa peralihan dari anak menjadi orang dewasa)
2. Menurut Kretscmer
a. Tahap I: 0-3 tahun, Fullungs (pengisian) periode 1, pada fase ini anak kelihatan pendek gemuk.
b. Tahap II: 3-7 tahun, Streckungs (rentangan) periode I, pada periode ini anak kelihatan langsing.
c. Tahap III:7-13 tahun, Fullungs periode II, pada masa ini anak kelihatan pendek gemuk kembali.
d. Tahap IV: 13-20 tahun, Streckungs periode II, pada periode ini anak kembali kelihatan langsing.
3. Menurut Elizabeth Hurlock
a. Tahap I: Fase prenatal (sebelum lahir), mulai masa konsepsi sampai proses kelahiran sekitar 9 bulan atau 280 hari.
b. Tahap II: Infancy (orok), mulai lahir sampai usia 10 atau 14 hari
c. Tahap III: Babyhood (bayi), mulai dari 2 minggu sampai usia 2 tahun
d. Tahap IV: Childhood (kanak-kanak), mulai 2 tahun sampai masa remaja.
e. Tahap V: Adolesence/ puberty, mulai usia 11 atau 13 tahun sampai usia 21
· Pre Adolesence, wanita usia 11-13 tahun sedang pria lebih lambat dari itu
· Early Adolesence, pada usia 16-17 tahun
· Late Adolesence, masa perkembangan terakhir sampai masa usia kuliah di perguruan tinggi.
B. Periodisasi berdasarkan Psikologi
a. Menurut pendapat Oswald Kroch
a. Fase Trotz I, usia 0-3 tahun (masa anak-anak awal)
b. Fase Trotz II, usia 3-13 tahun (masa keserasian sekolah)
c. Fase Trotz III, usia 13-akhir remaja biasa (masa kematangan)
b. Menurut pendapat Robert J Havighurst
a. Infancy dan early childhood (masa sekolah), yaitu usia 0-6 tahun
b. Middle childhood (masa sekolah), yaitu usia 6-12 tahun
c. Adolescence (masa remaja), yaitu usia 12-18 tahun
c. Menurut Prof. Kohnstamm
a. Periode vital, yaitu usia 0-1 tahun, disebut masa menyusu
b. Periode estetis, yaitu usia1-6 tahun, disebut masa bermain
c. Periode inteletuil, yaitu usia 6-12 tahun, disebut masa sekolah
d. Periode social, yaitu usia 12-21 tahun, disebut masa pemuda dan masa adolescence
d. Menurut Charlotte Bubler
a. Masa pertama
· Usia 0-1 tahun
· Anak berlatih mengenal lingkungan dengan berbagai macam gerakan
· Pada waktu lahir mengalami dunia tersendiri yang tak ada hubungannya dengan lingkungannya.
· Pada masa ini dua peristiwa penting yaitu belajar berjalan dan berbicara
b. Masa kedua
· Usia 2-4 tahun.
· Keadaan dunia luar semakin dikuasai dan dikenalnya melalui bermain, kemajuan bahasa dan pertumbuhan kemauannya.
· Dunia dilihat dan dinilai menurut keadaan dan sifat batinnya.
· Bila ia berusia 3 tahun ia akan mengalami krisis pertama (trotzalter I).
c. Masa ketiga
· Usia 5-8 tahun.
· Keinginan bermain berkembang menjadi semangat bekerja dan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan semakin tinggi, demikian pula rasa sosialnya.
· Pandangan terhadap dunia sekelilingnya ditinjau dan diterima secara objektif.
d. Masa keempat
· Usia 9-13 tahun
· Keinginan maju dan memahami kenyataan mencapai puncaknya.
· Pertumbuhan jasmani subur dan kondisi kejiwaannya tampak tenang.
· Ketika usia 12-13 tahun (bagi perempuan) dan 13-14 tahun (bagi laki-laki), mereka mengalami masa krisis dalam proses perkembangannya. Pada masa ini timbul kritik terhadap diri sendiri, kesadaran akan kemauan, penuh pertimbangan, mengutamakan tenaga sendiri, disertai berbagai pertentangan yang timbul dalam dengan dunia lingkungan, dan sebagainya.
e. Masa kelima
· Usia 14-19 tahun
· Masa pubertas mencapai kematangan
· Anak yang berada pada masa puber selalu merasa gelisah karena mereka sedang mengalami sturm und drang (ingin memberontak, gemar mengeritik, suka menentang dan sebagainya)
· Pada akhir pubertas, sekitar usia 17 tahun, anak mulai perpaduan(sintesis), berkat keseimbangan antara dirinya dengan pengaruh dunia lingkungannya
· Pertanda bahwa remaja masuk pada usia matang yaitu membentuk pribadi, menerima norma-norma budaya dan kehidupan pasca keseimbangan diri.
C. Psikologi berdasarkan Didaktis
1. Menurut John Amos Comenius
Beliau mengelompokkan perkembangan pribadi manusia menjadi lima tahap:
a. Tahap enam tahun pertama (0-6 tahun), biasa disebut periode sekolah ibu(scola maternal). Tahap perkembangan fungsi pengindraan yang memungkinkan anak mulai mampu untuk mengenal lingkungannya. Dan disebut sebagai periode sekolah ibu, karena semua usaha bimbingan dalam mengenal lingkungan berlangsung di tengah keluarga. Terutama aktivitas ibu sangat menentukan kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
b. Tahap enam tahun kedua (6-12 tahun), sering disebut sekolah bahasa ibu (scola vermacula). Sebagai tahap perkembangan fungsi ingatan dan imajinasi individu. Dimana disebut sebagai periode bahasa ibu, karena pada periode ini anak baru mampu menghayati setiap pengalaman dengan pengertian bahasa sendiri/ bahasa ibu. Bahasa ibu dipakai sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain, yaitu untuk mendapatkan pengaruh dari luar berupa pengasuh, sugesti serta transmisi cultural dari orang dewasa serta dipakai untuk mengekspresikan kehidupan batinnya kepada orang lain.
c. Tahap enam tahun ketiga (12-18 tahun), atau periode sekolah latin (scola latina). Yaitu tahap perkembangan fungsi intelektual. Anak mulai diajarkan bahasa latin sebagai bahasa kebudayaan yang ada pada saat itu dianggap paling tinggi dan paling kaya kedudukannya. Bahasa tersebut diajarkan pada anak agar mereka mencapai taraf beradab dan berbudaya.
2. Menurut Jean Jackues Rousseav
a. 0-2 tahun adalah tahap asuhan
b. 2-12 tahun adalah tahap pendidikan
c. 12-15 tahun adalah tahap pendidikan akal
d. 15-20 tahun adalah tahap pembentukan watak dan pendidikan agama

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates